Tebat Rasau

by -
Nikmatinya Besampan, Gangan Buntal, Aik Pelawan, dan Nyantai di Tebat Rasau (3)
Eksplor Tebat Rasau Tim Disbudpar Beltim. Foto: Hardinata.

Objek Wisata Berbasis Alam Tebat Rasau di Sungai Lenggang Desa Lintang

JABEJABE.co – Objek wisata berbasis alam Tebat Rasau Sungai Lenggang terletak di Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Destinasi ini menyimpan banyak sekali keunikan seperti hewan endemik penghuni sungai dan aktivitas Nelayan Sungai Lenggang.

Terinspirasi dari keinginan menjaga kelestarian sungai sebagai sumber penghidupan dan nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lanun mengembangkan objek wisata Tebat Rasau Sungai Lenggang.

Komunitas ini, mengelola dan menjaga kelestarian alam Tebat Rasau. Mereka akan mendampingi para wisatawan yang berkunjung ke Tebat Rasau.

Semangat membangun potensi pariwisata ini diharapkan akan berkontribusi besar pada pembangunan sektor Pariwisata Belitung Timur.

Sahabat Alam, Wisatawan Susuri Tebat Rasau

Tebat Rasau adalah nama sebuah rawa yang banyak terdapat pohon rasau (Pandanus Helicopus). Keistimewaan destinasi ini adalah ikan-ikan endemik yang hidup didalamnya dan kehidupan nelayan sungai.

Menjadi sahabat alam, wisatawan bisa menikmati bentang alam Tebat Rasau sambil melihat keseharian kehidupan nelayan sungai dengan didampingi oleh para anggota Komunitas Lanun Tebat Rasau.

Disamping menikmati alam, wisatawan juga bisa menikmati kuliner khas Tebat Rasau yaitu gangan ikan darat.

Gangan ikan darat atau air tawar adalah masakan khas Belitong dengan ikannya berasal dari perairan sungai atau rawa-rawa.

Salah satu dari kuliner yang sering ditawarkan adalah gangan ikan buntal air tawar (puffer fish). Ikan buntal yang hidup di air tawar adalah jenis yang tidak beracun.

Gangan ikan buntal air tawar adalah spesialisasi kuliner yang hanya bisa didapat di Tebat Rasau.

Bersampan, Aktifitas Sehari-hari Nelayan di Tebat Rasau Sungai Lenggang Saat Mencari Ikan

Kelestarian alam akan bermanfaat besar bagi kebaikan kehidupan manusia didunia ini, tidaklah sia-sia apabila kita ikut menjaga kelestariannya.

Manfaat yang besar atas kelestarian alam tersebut dapat dinikmati oleh nelayan sungai di Tebat Rasau, mereka hidup dengan menangkap ikan air tawar.

Saat ini tebat rasau telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata berbasis alam yang cukup dikenal oleh wisatawan lokal, nusantara bahkan mancanegara.

Tidak hanya keindahan alam, komunitas pengelola Tebat Rasau juga menawarkan Kuliner Khas Belitong yang disebut gangan. Bahan utama gangan adalah ikan-ikan air tawar hasil tangkapan nelayan sungai.

Saat menangkap ikan, mereka berkeliling sungai menggunakan sampan.

Wisatawan Eksplor Tabat Rasau dengan Bersampan, Sensasi Bersahabat dengan Alam

Objek wisata alam Tebat Rasau menawarkan sensasi bersahabat dengan alam kepada wisatawan. Banyak sensasi kebaikan alam yang akan didapat wisatawan jika berkunjung ke Tebat Rasau.

Wisatawan yang berkunjung ke sini bisa mengeksplor Tebat Rasau melalui jembatan yang membentang di atas rawa dan juga bersampan dengan ditemani atau dipandu oleh salah seorang anggota Pokdarwis Lanun.

Mereka memiliki visi misi yang sama, yaitu kecintaan dan semangat yang tak terpatahkan untuk menjaga kelestarian alam di kawasan Tebat Rasau.

Saat ini, Tebat Rasau sudah bertransformasi menjadi objek wisata alam yang ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal, nusantara, bahkan wisatawan mancanegara.

Di samping kegiatan di atas, wisatawan juga bisa berinteraksi dan melihat kehidupan sehari – hari masyarakat nelayan sungai.

Keramahtamahan dan kesopanan sesuai keraifan lokal selalu diterapkan oleh komunitas ini dalam menarik minat wisatawan berkunjung ke objek wisata alam Tebat Rasau.

Aik Sepang di Tebat Rasau, Minuman Herbal Baik untuk Kesehatan

Aik Sepang adalah minuman herbal yang baik untuk kesehatan tubuh. Minuman ini berkhasiat untuk mengobati panas dalam dan menguatkan stamina, serta khasiat lainnya yang belum banyak diketahui.

Cara membuat Aik Sepang sangat mudah, dimulai dengan merebus air sampai mendidih kemudian tuangkan dalam gelas.

Kemudian masukan potongan Pohon Sepang, diaduk sampai airnya berubah menjadi berwarna merah dan Aik Sepang siap untuk diminum. Pohon Sepang (Caeslpinia Sappan) memiliki serat kayu berwarna merah.

Tumbuhan ini biasanya hidup di sekitar rawa-rawa seperti tebat rasau, yang banyak terdapat di Pulau Belitong.

Dimentori Bang Nasidi dan Kik Mi’an, Anak Sekolah Belajar Anyam-anyaman di Tebat Rasau

Dimentori Bang Nasidi dan Kik Mi’an, Siswa-siswi SMPN I Damar belajar anyam-anyaman di objek wisata alam Tebat Rasau.

Kegiatan luar kelas ini dimanfaatkan untuk hal-hal positif, ditujukan pada anak-anak SMP untuk belajar kearifan lokal di Belitung Timur, salah satunya membuat anyam-anyaman.

Nantinya, buah dari keterampilan ini akan menjadi berbagai produk ekonomi kreatif seperti tikar, tas souvenir dan lainnya.

Di samping belajar kearifan lokal di Belitung Timur, mereka juga diajarkan sejak dini bagaimana menjaga kelestarian alam dengan filosofi bersahabat dengan alam. Tentunya mereka akan mendapat banyak manfaat kebaikan dari alam tersebut.

Saksikan Langsung dan Berbaur dengan Aktivitas Nelayan Sungai di Tebat Rasau, Salah Satunya Proses Pembuatan Bubu Muncong

Wisatawan yang berkunjung Tebat Rasau bisa melihat langsung bahkan mengikuti aktivitas keseharian nelayan sungai di Tebat Rasau. Salah satunya, proses pembuatan alat tangkap ikan air tawar yang disebut Bubu Muncong oleh masyarakat lokal.

Sebagian dari anggota komunitas di Tebat Rasau berprofesi sebagai nelayan sungai, di mana mereka bisa memandu bahkan langsung mengajak wisatawan untuk ikut di dalam aktivitas keseharian mereka sebagai nelayan sungai.

Kebaikan alam akan dirasakan langsung oleh manusia yang hidup di sekitarnya, hal inilah yang menjadi motivasi Pokdarwis Lanun untuk tetap menjaga kelestarian kawasan Tebat Rasau.

Backpaker Menginap Eksplor Wisata Alam Tebat Rasau

Giat memelihara kelestarian alam, komunitas tebat rasau menerima kunjungan wisatawan asing (Backpaker) menginap guna mengeksplor Tebat Rasau.

Berbagai aktivitas menarik yang telah dilakukan backpaker ini selama menginap seperti berinteraksi dengan masyarakat lokal, hunting foto dan eksplore kawasan Tebat Rasau. Hewan, ikan, tumbuhan endemik, makanan khas Belitong serta kreatifitas dan keramatamahan anggota komunitas ini adalah daya tarik utama untuk menarik minat wisatawan berkunjung.

Sarpras Pendukung di Tebat Rasau

Upaya membangun sektor pariwisata dilakukan dengan serius oleh Disbudpar Belitung Timur, diantaranya dengan melengkapi sarana prasarana pendukung kegiatan kepariwisataan di Geosite Rawa Kenozoikum Tebat Rasau Desa.

Sapras baru sebagai pelengkap kegiatan kepariwisataan yang telah dibangun adalah Dermaga Apung, Musholla, Toilet, Rumah Gasing, Workshop Kerajinan Tangan, Galeri Souvenir/Cinderamata, Aquarium dan Rumah Singgah/Cottage.

Potensi besar untuk wisata alam, edukasi kegelogian dan biologi serta tradisi budaya masyarakat nelayan sungai, membuat Disbudpar Beltim serius melakukan pendampingan seperti managerial pengelolaan destinasi wisata, pembuatan paket wisata dan promosi potensi wisata Tebat Rasau.

Dari upaya serius tersebut, diharapkan akan menjadikan Tebat Rasau sebagai destinasi wisata yang mampu menjadi magnet daya tarik wisata bagi wisatawan untuk berkunjung ke Belitung Timur.

Cita Rasa Asli Kuliner di Tebat Rasau

Cita rasa asli kuliner di Tebat Rasau juga sangat enak, itu dikarenakan ikan-ikan sebagai bahan utama pembuat menu kulinernya masih fresh (Segar).

Ikan-ikan tersebut merupakan hasil tangkapan nelayan sungai, yang sehari-harinya menangkap ikan di sana dengan mengunakan alat tangkap tradisional yang bersahabat dengan alam.

Sajian kuliner makan bedulang yang berisikan menu kuliner tradisional Belitong seperti gangan, pangut, goreng ikan cempedik, aneka sambal, tumis iding-iding dan lalapan.

Menu tradisional tersebut masih ditambah dengan minuman tradisional teh pelawan, aik sepang dan lainnya.

Menu kuliner di Tebat Rasau, dimasak dengan mengunakan resep tradisional yang menjadikannya sangat enak dan aman untuk dikonsumsi karena semuanya berasal dari kebaikan alam.

Kopi tanggar Dipadu dengan Singkong dan Goreng Ikan Cempedik, Menu Sederhana Tapi Sangat Nikmat Andalan Objek Wisata Alam Tebat Rasau

Kopi Tanggar dipadu dengan rebus singkong dan goreng ikan cempedik adalah salah satu menu andalan di Objek Wisata Alam Tebat Rasau Desa Lintang – Belitung Timur.

Menu ini memang sederhana tapi sangat nikmat. Biasanya, masyarakat lokal khususnya Desa Lintang menikmatinya di pagi hari sebagai menu sarapan.

Kopi tanggar adalah kopi hitam yang diracik dengan olahan sendiri oleh Pokdarwis lanun, sedangkan ikan cempedik adalah ikan endemik yang hidup disepanjang aliran Sungai Lenggang.

Wisatawan bisa berkunjung ke objek wisata Tebat Rasau untuk menikmati menu tersebut. Di samping menikmati menu ini, wisatawan juga bisa menikmati menu lainnya seperti gangan dan menu-menu pelengkapnya.

Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Geosite Tebat Rasau

Untuk memajukan pembangunan sektor pariwisata di Belitung Timur, sangat diperlukan kekompakan dan sinergitas oleh para pengelola destinasi wisatanya.

Dengan kekompakan dan sinergitas, mereka bisa mengelola destinasi wisatanya masing-masing lebih baik menjadi daya tarik wisata untuk wisatawan berkunjung.

Memahami pentingnya kekompakan dan sinergitas tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur menyelenggarakan kegiatan berupa ”Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona”.

Bertempat di Geosite Tebat Rasau Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang – Belitung Timur, kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2021.

Kegiatan diisi dengan sharing (Berbagi) tentang pengelolaan destinasi wisata dan pemanfaatan potensi wisata serta kepariwisataan secara umum oleh para pengelola destinasi wisata.

Sharing tersebut juga ditujukan untuk lebih saling mengenal satu dan lainnya antar pengelola, kemudian direncanakan pembentukan Forum Komunikasi Pengelola Destinasi Wisata se-Belitung Timur.

Pelaksanaan kegiatan tersebut bersamaan juga dengan Rapat Kerja Daerah/Rakerda ASPPI Babel, yang mana setelah selesai rapat para pesertanya ikut bergabung pada kegiatan sharing tersebut.

ASPPI Babel mengajak para pengelola untuk berkomunikasi, tidak boleh sungkan dan memberikan semangat kepada para pengelola destinasi wisata untuk memajukan/ pengembangan pariwisata Belitung Timur.

Penganan Khas Beltim Jadi Paket Kuliner Andalan di Tebat Rasau

Kabupaten Belitung Timur memiliki penganan khas atau jajanan tradisional yang namanya serta bahan pembuatnya pun sangat beragam.

Kebanyakan dari penganan tersebut terbuat dari umbi-umbian dan beras yang sudah dibuat menjadi tepung.

Bahan-bahan pembuatnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, di mana beras dan umbi-umbian menjadi makanan pokok dan pelengkap masyarakat di Pulau Belitong sejak dahulu hingga sekarang.

Penyurong, adalah salah satu penganan khas Belitung Timur yang keberadaanya saat ini mungkin sudah terlupakan oleh masyarakat di Pulau Belitong sendiri. Padahal, penyurong pada jaman dahulu merupakan makanan pelengkap setelah nasi.

Untuk eksisitensi jajanan tradisional Belitong, Pokdarwis Lanun menyajikan penyurong dan penganan lainya serta minumanan herbal sebagai menu spesial pada paket kuliner atau dikenal juga dengan ”Menu Tebat Rasau”.

Penyurong terbuat dari tepung singkong atau ubi yang dicampur dengan sedikit garam dan air. Kemudian adonan dikepal dengan menggunakan tangan (Memakai sarung tangan untuk higienitas) untuk melekatkannya dengan kayu yang menjadi media dan selanjutnya dibakar.

Di Tebat Rasau, penyurong disajikan bersama madu dan susu kental manis yang menjadi cocolannya, sehingga menambah nikmat penganan tersebut ketika disantap oleh wisatawan.

Wisatawan/ pengunjung yang ingin menikmati menu jajanan tradisional Belitong tersebut bisa berkunjung ke Tebat Rasau. Menu ini khusus disajikan hanya pada hari Sabtu dan Minggu.

Untuk hari biasa selain Sabtu dan Minggu, wistawan bisa melakukan pemesanan H-2 dan H-1 sebelum kunjungan ke Geosite Tebat Rasau.***

Referensi

Hardinata, dkk (Tim Disbudpar Beltim). Rangkuman Informasi Seputar Objek Wisata Tebat Rasau Sungai Lenggang. disbudpar.belitungtimurkab.go.id. Diakses pada tanggal 15 Juli 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.